Real Madrid Akan Kembali Juara Musim 2017/2018

Real Madrid Akan Kembali Juara Musim 2017/2018

Real Madrid Akan Kembali Juara Musim 2017/2018 – Musim baru La Liga telah di mulai dan hingga artikel ini diturunkan telah berjalan selama dua pekan. Namun juara bertahan musim lalu, Real Madrid dianggap akan kembali menjadi juara di musim ini walaupun mereka baru saja menuai hasil negatif bermain draw 2-2 dengan Valencia di Santiago Bernabeu. Apa penyebabnya ? simak ulasan kami berikut ini …

Perebutan gelar juara musim 2016/2017 lalu mungkin saja sangat intens, bahkan harus melalui pertandingan terakhir di pekan 38 untuk mentasbihkan Real Madrid menjadi juara La Liga yang pertama dalam lima tahun terakhir. Namun agaknya untuk musim ini, Real Madrid akan mendominasi La Liga. Hal tersebut tercermin dari keberhasilan Los Blancos memenangkan gelar Piala Super Spanyol, ada celah yang sangat besar di sana dan terlihat nyata lewat agregat skor 1-5.

Bahkan pemain Barcelona sendiri pun mengakuinya. Gerard Pique, usai kekalahan tersebut menyatakan ” Aku telah berada di sini ( Barcelona ) selama 9 tahun, dan kali ini lah untuk pertama kalinya aku merasa inferior terhadap Real Madrid “

Tentu saja, Real Madrid pantas mendapatkan pujian atas kesuksesan mereka. Memenangkan tiga trophy Liga Champions dalam empat tahun terakhir merupakan bukti kualitas yang mereka miliki. Namun Barcelona tetap memegang peranan besar dalam pergeseran kekuatan yang baru saja terjadi kali ini.

Mari kita lihat kembali kebelakang di tahun 2015, saat itu Barcelona masih bisa dikatakan tim terkuat di Spanyol dan Eropa setelah memenangkan Treble Winners.

Namun Barcelona tidak mengantisipasi kepergian dua pemain andalannya Xavi dan Pedro. Xavi, seorang kapten tim dan roh di lini tengah memainkan laga terakhirnya usai melawan Juventus di final Liga Champions. Sedangkan Pedro di jual pada bulan Agustus dan pihak tim asal Catalan ini tidak mengisi dengan pemain selevel.

Memang ada dua pemain yang masuk yaitu Aleix Vidal dan Arda Turan tapi keduanya harus duduk manis sampai liburan musim dingin.

Musim panas lalu Barcelona membelanjakan uangnya untuk pemain-pemain seperti Andre Gomes, Samuel Umtiti, Lucas Digne, Jasper Cillessen dan Paco Alcacer. Beberapa nama telah menunjukkan mereka layak tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar mampu menembus tim inti dan menjadi penggerak dari tim.

Di sisi lain, Real Madrid justru lebih adem dan sedikit melakukan penandatanganan pemain, namun lebih efisien dan penting.

Casemiro kembali dari Porto, Lucas Vazquez dibeli kembali dari Espanyol seharga €1 Juta. Marco Asensio yang juga menjadi pemain pinjaman telah kembali menjadi pemain yang jauh lebih baik pada tahun 2016. Sementara Danilo dan Alvaro Morata menjadi pemain tersibuk yang mengalami periode penjualan dan pembelian kembali.

Namun salah satu faktor kunci yang paling penting adalah mempertahankan Isco yang hasilnya membawa mereka lebih banyak pilihan. Kekuatan Casemiro, tangguhnya Asensio dan kreatifitas Isco dipadu dengan kemampuan umpan dari dua pemain pilar Luca Modric dan Toni Kroos menjadikan Zinedine Zidane lebih mudah memainkan sepakbola yang ia inginkan musim lalu.

Dan seluruhnya itu, belum termasuk membicarakan trio B-B-C

Ini termasuk bagian penting dari kesuksesan Madrid. Cristiano Ronaldo masih menjadi pemain kunci di Real Madrid dan ia mencetak 25 gol di La Liga musim lalu. Namun keberhasilan di Piala Super Spanyol kemarin menunjukkan bahwa tim ini tidak tergantung pada pemain Portugal tersebut sedangkan hal sebaliknya terjadi di Barcelona yang sangat bergantung pada Lionel Messi.

Madrid tanpa Cristiano Ronaldo masih lebih baik dibandingkan Barcelona tanpa Messi
Madrid tanpa Cristiano Ronaldo masih lebih baik dibandingkan Barcelona tanpa Messi

Messi merupakan pencetak gol terbanyak di La Liga musim lalu dengan total 37 gol. Namun masalahnya adalah Barca tidak berfungsi baik tanpa dirinya di atas lapangan. Barcelona kehilangan dua dari enam pertandingan tanpa Lionel Messi dan harganya adalah kehilangan titel juara.

Sebaliknya, Real Madrid berhasil memenangkan seluruh pertandingan mereka tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo diatas lapangan.

Setelah kalah dalam perebutan gelar juara dari Madrid musim lalu, Gerard Pique mengatakan kedua tim ini harus selalu tetap menjadi yang terdepan dan melangkah maju. Namun pertanyaannya adalah apakah Barcelona benar-benar melangkah maju ?

Secara jelas justru terlihat kalau Barcelona semakin lemah dalam hal defensif. Barcelona dari tahun ke tahun semakin banyak mengalami kebobolan dalam enam tahun terakhir ini.

Barcelona semakin banyak kebobolan terutama sejak Luis Enrique menjadi pelatih
Barcelona semakin banyak kebobolan terutama sejak Luis Enrique menjadi pelatih

Ini merupakan sisi yang harus segera di tutupi oleh Ernesto Valverde sebagai pelatih baru mereka musim ini.

Selain itu masih ada masalah di lini tengah. Andres Iniesta mulai sering dilanda cedera dan seharusnya mereka sadar bahwa musim ini tidak akan banyak yang bisa diharapkan darinya, namun mana penggantinya ?

Di masa lalu, La Masia berulang kali muncul sebagai penyelamat dengan menghadirkan pemain-pemain berkualitas namun saat ini seolah terbalik, para pemain muda Madrid yang muncul ke permukaan.

Real Madrid terakhir kali mampu menjadi juara dua musim beruntun tepat pada 10 tahun yang lalu dan Zidane tentunya ingin menjadi pelatih pertama Madrid yang berhasil menjadi juara La Liga secara beruntun sejak terakhir kalinya dilakukan oleh Leo Beenhakker pada tahun 1988 dan 1989.

Untuk menghentikan mereka, Barcelona jelas harus segera berbenah secara cepat jika mereka tidak ingin melihat Real Madrid kembali berpesta di musim 2017/2018.