Masih Pantaskah La Masia Menjadi Akademi Sepakbola Terbaik di Dunia ?

Masih Pantaskah La Masia Menjadi Akademi Sepakbola Terbaik di Dunia ?

Masih Pantaskah La Masia Menjadi Akademi Sepakbola Terbaik di Dunia ? – Akademi sepakbola terkenal asal Barcelona, La Masia telah lama dikenal sebagai tempat bagi para bakat-bakat muda dalam dunia sepakbola untuk menimba ilmu, mengasah skill dan bakat terpendam dari para pesepak bola muda. Tengok saja beberapa pemain jebolan dari akademi ini, selain Lionel Messi, Andres Iniesta yang masih bermain di klub Catalan tersebut banyak sekali pemain-pemain lain yang kini menjadi andalan utama di Seantero Eropa. Sebut saja Thiago Alcantara ( Bayern Munchen ), Pepe Reina ( Napoli ), dan Thiago Motta ( PSG ) 

Yang paling diingat tentu saja pada tahun 2010 lalu saat tiga pemain asli didikan La Masia dinobatkan sebagai pemain-pemain terbaik dalam acara Ballon d’Or. Tiga pemain tersebut adalah Lionel Messi, Andres Iniesta dan Xavi. Ini adalah sebuah penegasan betapa luar biasanya akademi ini dalam mencetak pemain-pemain berlabel bintang dunia.

Secara global, reputasi tersebut tetap bertahan hingga kini setidaknya tahun 2017 ini. Jelas terlihat di awal musim ini ada yang mulai tidak beres di La Masia. Barisan tim-tim muda yang ada terlihat tidak terkesan dan menonjol seperti kelas-kelas sebelumnya.

Para Pemain debutan di Barcelona Sejak 2012
Para Pemain debutan di Barcelona Sejak 2012

Melihat daftar pemain debutan yang ada di atas sejak tahun 2012 terlihat jelas ada masalah utama dari pemain-pemain didikan asli La Masia ini. Hanya ada dua pemain yang telah memulai laga lebih dari satu pertandingan bersama Barcelona dan tidak ada satu pun yang mampu menembus ketatnya persaingan sebagai pemain reguler.

Alasan Utama Kemunduran La Masia

Beberapa pihak menunjuk bahwa keputusan klub untuk memilih para mantan pemain sebagai pendidik di akademi ini sebagai biang keroknya. Mantan pemain ini mendapatkan jabatan tersebut tidak lagi berdasarkan prestasi yang mereka miliki sebagai pendidik namun sebagai bentuk bantuan dari dewan direksi di klub ini. Padahal seorang mantan pemain sepakbola sekali pun belum tentu bisa menjadi orang yang tepat untuk mengembangkan bakat dari pemain-pemain muda.

Sejak Pep Guardiola, Tim B di Barcelona memiliki pelatih yang lebih sibuk untuk mengembangkan karir mereka sendiri daripada membawa pemain didikannya ke tim utama.

Selain itu sistem pembinaan yang ada memang masih terus berjalan namun metode yang dilakukan tetap berulang-ulang dari tahun ke tahun tanpa ada penyegaran baru. Program latihan pun begitu selalu berulang dan para pelatih tidak ingin menantang diri mereka sendiri untuk membawa ke arah yang baru.

Pemain dengan penampilan terbanyak untuk Barcelona B musim 2016/2017
Pemain dengan penampilan terbanyak untuk Barcelona B musim 2016/2017

Pihak Barcelona sendiri bukannya tidak tahu akan adanya masalah utama di akademi mereka. Mereka mulai memikirkan kalau jalan satu-satunya untuk terus dapat meneruskan tradisi ini adalah dengan membawa pemain-pemain remaja dari klub lain. Namun jelas tindakan ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Hal tersebut dapat terlihat dari tabel diatas, empat dari enam pemain yang bermain lebih di 30 pertandingan musim lalu bersama Barcelona B justru datang dari akademi klub lain dan hanya dua yang berasal dari La Masia.

Kabar baiknya adalah kini Barcelona telah mendatangkan Pep Segura sebagai penanggung jawab akademi La Masia. Sebelum bergabung dengan Barcelona, Pep Segura adalah orang yang bertanggung jawab atas akademi di Liverpool FC. Kelebihan dari Pep Segura adalah ia memiliki gagasan yang kuat tentang bagaimana mengubah keadaan klub. Tetapi setidaknya butuh waktu hingga satu dekade penuh sebelum kita melihat hasil kerjanya.

La Masia vs La Fabrica

Rival utama Barcelona di La Liga Spanyol, Real Madrid juga memiliki sebuah akademi sepakbola yang disebut dengan La Fabrica. Dan dalam beberapa tahun terakhir, Madrid telah terganggu dengan pemberitaan tentang La Masia yang dianggap lebih bermutu dibandingkan La Fabrica.

Selama ini Madrid berkilah bahwa La Fabrica tidak sama dengan La Masia. Di La Fabrica mereka memberikan gaya pembinaan yang berbeda-beda, gaya bermain yang lebih bervariasi serta bermain dengan formasi yang berubah-ubah setiap saat. Ada bukti bahwa cara ini lebih baik.

Sebuah laporan dari Marca musim lalu menyebutkan bahwa ada total 42 pemain di La Liga yang berasal dari La Fabrica dibandingkan hanya 27 pemain yang merupakan jebolan La Masia. Ini bukanlah sebuah kebetulan belaka, karena rasio ini juga sama untuk pemain lapis kedua di La Liga.

Nama-nama pemain yang merupakan jebolan La Fabrica juga bukan sekedar nama kosong, bahkan Dani Parejo ( kapten Valencia ) hingga pemain Atletico Madrid Saul juga mengecap ilmu di akademi Real Madrid tersebut. Sementara dua pemain lainnya Alvaro Morata dan Jese sudah berada di luar La Liga yang saat ini bermain di Premier League Inggris.

Para Pemain debutan untuk Real Madrid sejak tahun 2012
Para Pemain debutan untuk Real Madrid sejak tahun 2012

Dari daftar diatas terlihat jelas bahwa La Fabrica mengungguli La Masia bahkan para pemain yang ada diatas beberapa diantaranya berhasil menembus tim reguler Los Blancos. Nacho, Lucas Vazquez dan Dani Carvajal semuanya berada di skuad Real Madrid senior.

Ingat daftar pemain debutan Barcelona sejak 2012 tadi ? Nah, Madrid memiliki lebih banyak dibandingkan Barcelona. Para pemain debutan ini setelahnya mendapatkan lebih banyak waktu bermain dan mereka juga telah merasakan gelar juara.

Namun apa pun itu, La Masia akan datang kembali suatu saat. Ada terlalu banyak bakat di luar sana, ada terlalu banyak sejarah yang telah tertanam di Barcelona dan terlalu banyak uang yang berputar. Tapi setidaknya anda yang membaca ini tidak lagi terlalu mbalelo tentang pendapat umum yang berkata bahwa Barcelona adalah tim yang berisikan pemain muda didikan sendiri sementara Real Madrid adalah Galacticos yang selalu membeli pemain.

Sumber :

  • Sky Sports
  • Marca
  • Detik